Internet dan Produktivitas Kerja

Oleh : DickyRahardi.Com


Survey yang dilakukan Forrester Research, April 2000 dari seluruh komunikasi para perusahaan yang masuk dalam Fortune 500, sebesar 73% menggunakan media Internet.

Maknanya bagi industri di tanah air, tidak dapat menghindari dan harus bergabung dalam komunitas pengguna Internet, mengingat hampir 93% kegiatan bisnis besar kita terkait dengan perusahaan tersebut- sebagai pemasok, pemegang lisensi, penyalur, mitra usaha maupun hanya sebatas konsumen.

Pengadopsiannya memerlukan beberapa penyesuaian baik terhadap: perilaku para manajer, budaya kerja maupun desain organisasinya.

Pertama, diperlukan perubahan mental untuk mengurangi keraguan mengambil keputusan yang dieksekusi melalui internet. Komunikasi face to face masih dianggap sebagai media paling kaya dan memberi makna, yang memberikan umpan balik sangat cepat (immidiate feedback) sekaligus mengurangi keragu-raguan.

Kedua, bila komunikasi menerapkan internet ada beberapa jenis informasi yang tidak baik disampaikan melalui internet seperti: sangat personal/ emosional.

Ketiga, bahasa yang digunakan kebanyakan informal, sehingga, bagi bawahan penerima pesan sering menafsirkan sebagai sesuatu yang formal.

Sedangkan produktivitas penggunaan Internet sangat dipengaruhi desain komunikasi. Setiap lapisan memerlukan disain kerja dan perangkat yang berbeda pula. Tingkatan organisasi biasanya dibagi atas:

1) First line management;

Bercirikan pekerjaan yang sudah jelas, dengan masalah terprogram. Biasa disebut dengan machine room efficiency, yaitu informasi komputer yang terkait satu sama lain (networking) bertujuan meningkatakan efisiensi, standarisasi dan kecepatan kerja. Selain menghubungkan sesama karyawan di lntern perusahaan (intranet)

2) Middle Line Management

Level teknologinya disebut business resouerces, melalui MIS (management information system) dan DSS (decision support system) yang berfungsi sebagai alat bantu untuk memperbaiki performa bagian dan keseluruhan organisasi.

3) Top Management

Lebih berfungsi sebagai strategic tools, dalam pengambilan keputusan strategis untuk hal-hal yang tidak pasti (uncertain) dan meragukan (umbiguous).

Mengingat sebagaian besar informasi yang diperoleh berasal dari lembaga riset, analyist, lembaga keuangan, badan pemerintah dan berbagai asosiasi, maka produktivitas internet akan sangat dipengaruhi oleh disain teknologi yang dipadukan kesuatu sistem informasi.



4 komentar:

ayun said...

mantaaap artikelnya...terima kasih banyak ya gan:)

cara membuat pakan ternak dengan soc said...

oh jadi gitu gan
terimakasih info nya

Arsitek Banjarmasin said...

mantap artikelnya...

kampung inggris said...

ijin share gan

Post a Comment

Tanggapan, pesan atau pertanyaan hendaknya disertai dengan identitas (minimal mengisi NAMA dgn men-select bagian Comment as dengan "Name/URL"). Terima kasih

(c) DickyRahardi.Com™, 2006