Pengenalan Arsitektur Data Base

Arsitektur Replikasi

Guna menangani proses pemutakhiran data yang harus dapat dilakukan oleh semua tingkatan terkait maka arsitektur replikasi yang dirancang merupakan simetric replication .

Replikasi merupakan proses pengkopian dan pengelolaan objek-objek dari database yang membentuk suatu sistem database terdistribusi (Distributed Database).

Dengan arsitektur replikasi database menjamin ketersediaan database, yaitu tersedianya alternatif lain jika suatu database jatuh (down) atau untuk mempercepat akses ke database terdekat. Misalnya sebuah aplikasi hanya perlu mengakses database lokal di Hub/Spoke daripada mengakses remote database server di pusat sehingga mengurangi lalu lintas komunikasi data.

Jika server database di Hub/Spoke terganggu aplikasi masih dapat mengakses database lainnya yang menyimpan data tereplikasi tersebut. Rancangan arsitektur replikasi ditempatkan pada seluruh server-server database baik di pusat maupun di Hub dan Spoke.

Manfaat lainnya arsitektur replikasi menjamin sinkronisasi data antar database berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, antar database pusat dengan Hub dan Spoke terjadi sinkronisasi data. Sehingga data di Hub dan Spoke dengan data di pusat selalu sama, hal ini bertujuan untuk menjaga konsistensi data melalui multipoint, secara global digambarkan sebagai berikut:




Log Transaksi

Guna menjamin validasi dan integrasi data dari proses kegagalan transakasi saat pemutakhiran data dibuatlah suatu file log transaksi.

File log ini akan mencatat seluruh proses yang terjadi saat pemutakhiran data baik di Hub/Spoke maupun di pusat. Setiap database yang ditempatkan pada server akan disertai oleh file log ini.


Propagasi Data Asynchronous

Proses propagasi data yang digunakan dalam rancangan database ini adalah asynchronous data propagation. Pemilihan ini bertujuan untuk memjaga validasi data antara Hub/Spoke dengan Pusat dengan pengendalian validasi dari published database.

Bila dalam proses pemutakhiran terjadi di Hub/Spoke, kendali validasi berada di Hub/Spoke tersebut, begitu juga jika dilakukan di Pusat maka otomatis kendalinya berada di Pusat. Sebagai gambaran dijelaskan dalam diagram dibawah ini:



Keuntungan yang diperoleh dengan arsitektur di atas:

  • Hub/Spoke memiliki databasenya sendiri, sehingga memperbesar keleluasaan/otonomi, Hub/Spoke untuk memelihara dan mengelola datanya baik bagi kepentingannya sendiri maupun kepentingan Pusat.
  • Mekanisme dua arah (Pull/Push subscribe), memungkinkan pengambilan data mutakhir dalam kondisi mendesak atau diluar jadwal pengambilan.
  • Kesederhaan dalam proses pemutakhiran data (Updating)
  • Database yang mutakhir selalu tersedia.
  • Derajat Latency data dapat diatur sendiri melalui mekanisme penjadwalan.
  • Menekan biaya operasional karena proses pemutakhiran ke pusat dilakukan secara terjadwal dan tidak perlu selama 24 jam.


Arsitektur Aplikasi

Dengan mempertimbangkan isu kinerja, skalabilitas serta kehandalan, maka aplikasi yang akan digunakan dirancang dengan arsitektur 3-tier.

Pada model komputasi 3-tier selain client dan data base server terdapat middle tier sebagai application server yang berfungsi sebagai pusat bisnis proses dan aplikasi logika seperti gambar di bawah ini:


Client side bersifat sebagai thin-client yang tidak banyak melakukan pemrosesan karena hampir seluruhnya dilakukan oleh application server. Pada sisi client hanya perlu diinstall sebuah browser untuk proses transaksi.

Arsitektur ini mendukung deployment atas distributed component object yang berbasis arsitektur object request broker (ORB). ORB pada tier-2 bertanggungjawab atas request client yang berkomunikasi dengan application server melalui internet-inter ORB protocol (IIOP) dan HTTP.

Keuntungan yang diperoleh dari arsitektur ini:

a. Proses maintenance lebih mudah karena logika aplikasi hanya terdapat pada satu site yaitu application server.

b. Beban logika aplikasi dapat dibagi bersama antara application server (dalam bentuk modul-modul aplikasi) dan database server (dalam bentuk store procedure) tanpa banyak mengganggu lalu lintas jaringan. Artinya misi menjaga kehandalan kinerja aplikasi sudah tercapai.

Mekanisme Roll Back

Untuk menjamin keutuhan pemutakhiran database disusun suatu mekanisme yang dapat menjaga keutuhan hasil updating terhadap suatu kejadian kegagalan dalam proses pemutakhiran database, maka perlu dibangun mekanisme roll back, yang dimaksudkan bahwa apabila dalam proses pemutakhiran database terdapat satu proses gagal yang mengakibatkan kegagalan seluruh transasksi, maka roll back akan menjamin bahwa seluruh transasksi bisa dikembalikan seperti sediakala secara utuh tanpa cacat data sedikitpun.


Perancangan Sistem Monitoring

Agar dicapai kualitas, kehandalan dan jaminan beroperasinya sistem secara keseluruhan secara prima, maka perlu dibangun suatu sistem untuk memonitor jalannya sistem tersebut. Sistem pemonitoran untuk tahapan Pilot proyek ini terdiri atas:

1. Sistem Pemonitoran Network (Network Monitoring System)

Merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan jaringan terpasang yang akan dibangun di Bank Mandiri yang berfungsi untuk:

  • Memonitor kinerja dari network baik keseluruhan maupun per cabang. Proses pemonitorannya dilakukan secara on-line dan real-time dari Pusat Pengendali Jaringan (Performance Management)
  • Mempertahankan kualitas kinerja sesuai standar perancangan melalui fungsionalitas: kendali route otomatis pengukuran lalu-lintas dan pengaturan lalulintas jaringan (traffic management) serta perbaikan route secara otomatis (performance maintenance )

2. Sistem Pemonitoran Data Base

Mengingat database merupakan sistem yang vital dalam e-banking, maka untuk menjamin kehandalan, dirancang sistem pemonitoran yang mampu dalam:

  1. Memperlihatkan pergerakan nyata dari informasi database (actual flow of database information) secara real time.
  2. Memperlihatkan titik rawan permasalahan dan memecahkannya secara cepat (pinpoint the source of problems as accur, and rapidly resolve them)
  3. Dilengkapi load-sensitive meters, kemacetan (bottlenecks) dapat di-identifikasi dan sistem memberi urutan cepat mencapai akar permasalahannya.









10 komentar:

Anonymous said...

OKE...
But jujur ja ga ngeh... eh, blm paham kali maksudnya atawa gak mau paham? :)
Jalur otaku belum sampai sana kali ya :)
Whatever lah... but Oke, misinya bagus. Good luck dech...
Semoga amal ibadah anda diterima oleh Alloh SWT. Amien

:) Nenny

Anonymous said...

Bagus mas,, daripada kemarin soalnya kalau yang kmrn begitu kita buka langsung panjang bgt halamannya jadi awang-awangen mau ngebaca namun sekarang sudah oke...
Catatan : tingkatkan terus prestasimu
Tahun depan harus lebih baik
(Kayak cah sekolah wae....)

Anonymous said...

subahanallah bagus mas artikelnya.. boleh minta email mas?? saya mw tanya-tanya tentang replikasi database dengan slony.. mohon bantuannya mas ini untuk skripsi saya.. syukron
bayu
by_pacitan@yahoo.com

tezar said...

Assalammualaykum.
Gak mudeng, Pak, hehehe!
Kalau bisa dibikin posting khusus artikel yang menjelaskan istilah2 TI yang njlimet, seperti glossary atau kamus...
Salam sukses
Wassalam

Dicky Rahardi said...

# Nenny :
He..he..he..
Makasih atas do’anya ya Nenny…

# Dany :
Makasih mas Dany,
Ya kalau setelannya memanjang memang males ngebacanya, akhirnya saya buat yang lebih ringkes
Lho…saya emang mau jadi cah sekolah maneh kok..he.he..he
Suwun,

# Bayu :
Mas Bayu, maaf jika saya baru memberikan tanggapan
Terus terang, saya belum begitu dalam untuk memahami slony
Coba anda pelajari link http://linuxfinances.info/info/slonyintro.html
Moga kita bisa sama2 belajar dari sana, salam ukhuwah

# Tezar :
Hmm usulan cukup bagus...

ronny said...

mau nanya nih kalau kita punya 2 server master dan 1 server slave gmn tuh konfigurasi nya. ada yang tau nga????

Anonymous said...

mau nanya juga pak dicky gimana kalau yang dihub lagi mengimput data sementara yg di server pusat mati lampu apakah data nanti akan terupdate dgn sendirinya di server pusat?

Anonymous said...

thanks bang bro.. cukup bagus buat nambah ilmu ane... :p

obat ampuh mengatasi cacar air dengan cepat said...

makasih infoemasinya

Arsitek Banjarmasin said...

thanks infonya

Post a Comment

Tanggapan, pesan atau pertanyaan hendaknya disertai dengan identitas (minimal mengisi NAMA dgn men-select bagian Comment as dengan "Name/URL"). Terima kasih

(c) DickyRahardi.Com™, 2006