Listen to my radio

Radio Rodja merupakan sarana multimedia yang sangat positif dan bermanfaat bagi ummat, yang memiliki visi untuk menjadi media dakwah Islam yang Istiqomah menyampaikan Tasfiyyah dan Tarbiyyah dengan senantiasa merujuk kepada pemahaman generasi pertama dan utama ummat ini.



Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.


Radio Radja Live Streaming

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya radio ini bisa dinikmati di frekuensi 756 AM, tetapi jika anda berada di luar Jakarta dan bahkan luar negeri maka mendengarkan radio ini melalui Audio Live Streaming adalah pilihan yang sangat tepat. Nyalakan komputer, sambung internet dan buka web radio sesuai URL yang diberikan adalah solusinya. Lagi-lagi internet menjadi teknologi pilihan untuk mengatasi keterbatasan jangkauan gelombang radio.

Menurut Bang Rohman, teman saya spesialis MIS dari bandung. Radio rodja juga dapat diputar di Winamp dengan cara [1] buka winamp [2] pilih add URL [3] masukan URL http://rodja.sytes.net:8000/listen.pls [4] kemudian play dan selamat mendengarkan

Rangkaian acara Radio Rodja dapat di download disini atau dapat dilihat disini.



Selain Radio Rodja, terdapat pula radio Da'wah Ahlussunnah lainnya yang dapat kami rekomendasikan untuk disimak, yaitu :

(Untuk mengunjunginya, klik pada gambar)






Oh ya, ada informasi lagi nih.
Untuk teman2 yang tinggal di daerah Solo dan sekitarnya, dapat menyimak Radio Suara Qur'an pada gelombang 94,4 FM. Sayangnya radio ini belum ada live streamingnya, mudah2an dalam waktu dekat live streamingnya sudah beres, sehingga ilmu-ilmu yang disampaikan dapat merebak ke seluruh penjuru dunia.

Insya Allah demikian dulu berbagi info dari saya, semoga Allah memberikan jalan petunjuk kepada kita dan semoga Allah memudahkan kita semua untuk bersabar dalam menetapi kebenaran. Amiiin.

Baca Selengkapnya

Analisis S.W.O.T



Pengertian dan Tujuan

SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.


Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:

1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.


Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi


Langkah-Langkah Penerapan

Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT

  • SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
  • Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
  • Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
  • Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
  • Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
  • Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.

Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan

  • Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
  • Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .

Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman

  • Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
  • Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.

Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang

  • Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
  • Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.

Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan

  • Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
  • Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
  • Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
  • Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
  • Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
  • Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
  • Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
  • Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.

Catatan:
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada "pendapat" dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada "kenyataan".


Contoh :



Baca Selengkapnya

Fishbone Analysis

Pengertian dan Tujuan


Analisa tulang ikan dipakai jika ada perlu untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari satu masalah atau pokok persoalan dengan cara yang mudah dimengerti dan rapi. Juga alat ini membantu kita dalam menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses. Yaitu dengan cara memecah proses menjadi sejumlah kategori yang berkaitan dengan proses, mencakup manusia, material, mesin, prosedur, kebijakan dan sebagainya.

Langkah-Langkah:

  1. Menyiapkan sesi sebab-akibat
  2. Mengidentifikasi akibat
  3. Mengidentifikasi berbagai kategori.
  4. Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran.
  5. Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama
  6. Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin

Manfaat Analisa Tulang Ikan
Memperjelas sebab-sebab suatu masalah atau persoalan

Langkah-Langkah Penerapan

Langkah 1: Menyiapkan sesi Analisa Tulang Ikan

  • Analisa Tulang Ikan kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
  • Peserta dibagi dalam kelompok, maksimum 6 orang per kelompok.
  • Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
  • Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
  • Buatlah gambar pada flipchart berdasarkan contoh dibawah ini.
  • Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi diagram tulang ikan.

Langkah 2: Mengidentifikasi akibat atau masalah

  • Akibat atau masalah yang akan ditangani tulislah pada kotak sebelah paling kanan diagram tulang ikan. Misalnya Laporan Anggaran Akhir bulan terlambat.

Langkah 3: Mengidentifikasi berbagai kategori sebab utama

  • Dari garis horizontal utama, ada empat garis diagonal yang menjadi "cabang". Setiap cabang mewakili "sebab utama" dari masalah yang ditulis.
  • Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal dengan situasi. Kategori-kategori ini bisa diringkas seperti :
    • Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Mesin, Materi, Pengukuran
    • Metode, Mesin, Material, Manusia - (4M)
    • Tempat (Place), Prosedur (Procedure), Manusia (People), Kebijakan (Policy) - (4P)
    • Lingkungan (Surrounding), Pemasok (Supplier), Sistem (System), Keterampilan (Skill) - (4S)
  • Kategori tersebut hanya sebagai saran; bisa menggunakan kategori lain yang dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Sebaiknya tidak ada lebih dari 6 kotak.

Langkah 4: Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran

  • Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan dengan menggunakan curah pendapat.
  • Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama dimana sebab tersebut harus ditempatkan dalam Diagram tulang ikan. (yaitu, tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan. Misalnya di kategori mesin.)
  • Sebab-sebab ditulis pada garis horizontal sehingga banyak "tulang" kecil keluar dari garis horizontal utama.
  • Suatu sebab bisa ditulis dibawah lebih dari satu kategori sebab utama (misalnya, menerima data yang terlambat bisa diletakkan dibawah manusia dan sistem).

Langkah 5: Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama

  • Setelah setiap kategori diisi carilah sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori. Sebab - sebab inilah yang merupakan petunjuk "sebab yang tampaknya paling mungkin " lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkin pada diagram.

    Catat jawabannya pada kertas flipchart terpisah.

Langkah 6: Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin

  • Diantara semua sebab-sebab, harus dicari sebab yang paling mungkin.
  • Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling memungkinkan) dan tanyakan , "Mengapa ini sebabnya ?"
  • Pertanyaan "Mengapa ?" akan membantu Anda sampai pada sebab pokok dari permasalahan teridentifikasi.
  • Tanyakan "Mengapa ?" sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah sampai kesitu sebab pokok telah terindentifikasi.

Contoh:





Baca Selengkapnya

Statistik Uji yang Berguna untuk Pemilihan Metode

Oleh : Dicky Rahardiantoro

Pemilihan Metode Peramalan Terbaik

Metode peramalan yang paling sesuai umumnya adalah metode yang memiliki kesalahan rata-rata (MSE) dan kesalahan persentase absolut (MAPE) yang paling kecil. Agar setiap pendekatan peramalan dapat realistis dan secara praktis relevan, maka ada dua masalah utama yang harus dihindari dalam memilih sebuah metode, yaitu :

1. pemilihan didasari oleh sampai sejauh mana sebuah metode sesuai dengan data yang tersedia untuk ramalan satu periode ke muka

2. pola data atau hubungannya selalu diasumsikan bersifat konstan.

Karakteristik yang diinginkan dalam sebuah pendekatan baru mungkin tampak sebagai suatu kontradiksi. Misalnya, setiap metode deret waktu harus didasari oleh data masa lalu, sedangkan dalam saat yang bersamaan kondisi data di masa mendatang belum tentu sama dengan masa lalu. Oleh karena itu akurasi peramalan tidak hanya diukur sampai sejauh mana metode yang digunakan sesuai dengan data historis, tetapi juga diukur dari sampai sejauh mana metode yang digunakan tersebut mampu untuk memprediksi kondisi 1,2,3, ..........,m periode ke depan (Makridakis dan Wheelwright, 1994).

Menurut Hibon dan Makridakis (1979) langkah awal dalam membuat ramalan masa mendatang adalah menentukan apakah akan digunakan metode peramalan formal atau prosedur informal. Fakta yang diperoleh dari literatur yang menjiwai menyatakan dengan tegas bahwa pada kondisi data yang senantiasa berulang, metode kuantitatif atau metode peramalan formal lebih baik daripada prosedur informal.

Pengujian akurasi beberapa metode peramalan formal untuk beberapa horison waktu dilakukan dengan menggunakan simulasi luncur yang oleh Makridakis dan Wheelwright (1994) dijelaskan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Data historis sebanyak n periode dikumpulkan.

2. Sejumlah n-12 data pertama dianalisis dan kemudian ramalan 12 periode ke depan dibuat untuk setiap metode yang telah dipilih.

3. Guna membandingkan tingkat akurasi pada masing-masing metode maka hasil ramalan dari masing-masing metode tersebut diuji dengan beberapa uji ketepatan metode dengan memanfaatkan 12 data aktual yang masih tersisa.

4. Jumlah data yang dianalisis kemudian ditambah satu persatu sampai tidak ada data yang tersisa. Bersamaan dengan itu ramalan untuk 12 periode terakhir juga tetap dilakukan, sehingga diperoleh nilai ramalan untuk 11, 10, 9, 8 sampai dengan 1 periode mendatang. Hasil-hasil ramalan pada masing-masing horison waktu tersebut kemudian diuji dengan beberapa uji ketepatan metode dan uji-uji lainnya sebagaimana yang dilakukan pada langkah 3.

5. Kesalahan rata-rata untuk setiap horison waktu dan ukuran ketepatan untuk setiap metode dihitung.

6. Metode peramalan formal yang dianggap paling sesuai dipilih berdasarkan beberapa ukuran ketepatan ramalan pada setiap horison waktu.



Statistik Uji yang Berguna

Dalam banyak situasi peramalan, ketepatan dipandang sebagai kriteria penolakan untuk memilih suatu metode peramalan. Guna mengukur ketepatan ramalan, maka dibutuhkan uji-uji ketepatan ramalan. Beberapa uji ketepatan ramalan yang sering digunakan antara lain adalah

(a) Kesalahan kuadrat rata-rata (MSE)


dengan et adalah nilai sisa atau selisih antara data aktual dengan nilai ramalan.

(b) Kesalahan persentase absolut rata-rata (MAPE)

dengan, Xt adalah data aktual dan Ft adalah nilai ramalan.


Kegunaan dari kedua ukuran ketepatan peramalan tersebut adalah :

· Untuk membandingkan ketepatan peramalan yang dilakukan dengan dua metode yang berbeda.

· Untuk mencari teknik yang optimal.



Akan sangat bermanfaat jika terdapat suatu ukuran yang dapat mempertimbangkan ketidakseimbangan biaya dari komponen kesalahan yang besar dan memberikan dasar perbandingan relatif terhadap metode naif. Salah satu ukuran yang memiliki karakteristik ini adalah statistik U yang dikembangkan oleh Theil. Secara matematis statistik U-Theil didefinisikan sebagai :

Kisaran nilai statistik U-Theil dapat disimpulkan sebagai berikut :

- Jika U = 1, maka metode naif sama baiknya dengan teknik atau metode yang dievaluasi.

- Jika U <>

- Jika U > 1 maka tidak ada gunanya menggunakan teknik peramalan formal, karena hasilnya tidak lebih baik daripada metode naif.



Selain itu diperlukan pula suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menunjukkan apakah masih terdapat sisa pola di dalam nilai kesalahan setelah suatu metode peramalan diterapkan. Statistik uji yang dapat digunakan untuk keperluan ini adalah statistik Durbin-Watson (statistik D-W), yang secara matematis didefinisikan sebagai :

Statistik D-W menguji hipotesa bahwa tidak terdapat autokorelasi pada nilai sisa. Statistik D-W nilainya berkisar antara 0 sampai 4 dengan pusat bernilai 2. Selang kepercayaan dapat dibentuk dengan melibatkan 5 wilayah sebagai berikut :

1. D-W £ D-WL = terdapat autokorelasi

2. D-WL < D-WL £ D-WU = pengujian mengenai ada atau tidaknya autokorelasi tidak dapat ditentukan

3. D-WL < D-WL £ 4-D-WU = tidak terdapat autokorelasi pada nilai sisa

4. 4-D-WL < D-WL £ 4-D-WU = pengujian tidak dapat disimpulkan

5. D-W > 4-D-WL = terdapat autokorelasi pada nilai sisa



Baca Selengkapnya

Metode Dekomposisi Census II

Oleh : Dicky Rahardiantoro


Metode dekomposisi Census II pada prinsipnya adalah hasil pengembangan dari metode dekomposisi klasik dengan mempertajam sistem pemisahan komponen musiman dengan komponen-komponen lainnya.

Artikel ini akan membahas tentang metode dekomposisi Census II hanya pada cara pemisahan komponen musiman saja, karena metode untuk memisahkan komponen tren dan siklus dapat dilakukan seperti penerapan metode dekomposisi klasik (baca artikel : Metode Peramalan Bisnis dan Upaya Memperoleh Akurasi yang Lebih Baik)


Pemisahan komponen musiman dengan metode Census II

Metode dekomposisi Census II sebagaimana yang dijelaskan oleh Reitsch dan Hanke (1981) memiliki pendekatan yang terdiri dari 4 fase. Pada fase pertama dilakukan penyesuaian data menurut hari perdagangan. Penyesuaian data terhadap hari perdagangan sangatlah penting karena banyaknya jam kerja atau perdagangan, variasi hari dari tahun ke tahun memberi sumbangan tertentu atau pengaruh tertentu dalam tingkat penjualan. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Makridakis, Wheelwright dan McGee (1992), bahwa dalam beberapa industri seperti penjualan eceran dan bank, faktor ini menjadi sangat penting, karena faktor tersebut akan dapat berpengaruh nyata pada tingkat penjualan.

Fase kedua dari metode ini adalah meliputi estimasi awal dari faktor musiman dan penyesuaian deret data aktual dengan faktor musimannya. Dalam fase ini dibuat pemisahan awal faktor musiman dari komponen tren, siklus dan kemudian dilakukan pengisolasian komponen random. Pada fase ketiga, penyesuaian yang telah dilakukan pada fase kedua kembali dilakukan guna memperbaiki proses penyesuaian musiman dan untuk memperoleh faktor musiman yang lebih akurat. Fase terakhir dari metode Census II adalah dengan melakukan uji yang sangat berguna untuk menerangkan bagaimana metode ini berhasil mengisolasi faktor musiman dan untuk pengembangan peramalan lebih lanjut dari tren-siklus (Reitsch dan Hanke, 1981).

Tahapan-tahapan metode Census II dalam mengidentifikasi komponen musiman dari deret waktu secara lebih terinci dijelaskan oleh Makridakis, Wheelwright dan McGee (1992), sebagai berikut :

1. Data hari perdagangan perbulan dikumpulkan. Data tersebut kemudian dirata-rata, sehingga diperoleh nilai rata-rata hari perdagangan perbulan. Koefisien hari perdagangan per bulan diperoleh dengan membagi data hari perdagangan pada bulan tertentu dengan nilai rata-rata hari perdagangan pada bulan yang berkesesuaian. Kemudian data asli dibagi dengan koefisien hari perdagangan yang berkesesuaian sehingga akhirnya diperolehlah deretan data yang telah disesuaikan menurut hari perdagangan.

2. Rata-rata bergerak 12 x 2 atau 4 x 2 dihitung sebagaimana yang dilakukan pada metode klasik.

3. Sebelum komponen musiman diestimasi, maka nilai-nilai ekstrim yang ada haruslah terlebih dahulu dikeluarkan. Hal tersebut dapat dilakukan yaitu dengan melalui tahapan berikut :

· MA 3x3 diterapkan pada deret data rasio terpusat (Rt) guna menghilangkan komponen random sebanyak mungkin. Kehilangan 2 buah data pada setiap ujung-ujung deret dapat diatasi dengan membuat nilai taksiran sebelumnya.

· Deviasi standar per bulan kemudian dihitung dengan menghitung jumlah kuadrat dari selisih antara nilai rasio terpusat, Rt, dengan hasil MA 3x3. Deviasi standar tersebut kemudian digunakan untuk membuat batas kontrol sebesar MA 3x3 ± 2.(Deviasi Standar). Nilai-nilai Rt yang lebih kecil atau lebih besar dari batas kontrol tersebut kemudian diganti dengan nilai yang berkesesuaian.

· Enam data yang hilang pada setiap ujung deret di saat rata-rata bergerak terpusat 12 bulanan diterapkan diganti dengan nilai-nilai ditahun sebelum dan sesudahnya. Agar angka rata-rata perbulan adalah 100 maka, rasio tiap tahun disesuaikan sehingga jumlahnya menjadi 1200.

4. Rata-rata bergerak 3 x 3 kemudian diterapkan pada deret data yang telah diperoleh pada langkah 3. Hal ini dimaksudkan agar komponen musiman dapat terbebas dari gerakan acak yang disebabkan oleh adanya komponen random, sehingga diperolehlah faktor penyesuaian musiman awal.

5. Deret data asli atau deret data yang telah disesuaikan menurut hari perdagangan kemudian dibagi dengan faktor penyesuaian musiman awal, sehingga diperolehlah deret data yang disesuaikan menurut musim awal.

6. Rata-rata bergerak berbobot 15 bulanan dari Spencer kemudian diterapkan guna mengeliminasi pengaruh komponen random dari hasil penyesuaian musiman awal. Estimasi komponen tren dan siklus yang lebih halus diperoleh dari rata-rata bergerak ini. Adapun bentuk persamaan dari rata-rata bergerak tersebut adalah sebagai berikut :




7. Tahapan penyesuaian musiman akhir dilakukan pertama-tama dengan membagi data asli dengan hasil estimasi komponen tren-siklus yang diperoleh dari hasil penerapan rata-rata bergerak Spencer. Faktor penyesuaian musiman akhir diperoleh dengan mengulangi langkah ke-3 sampai dengan langkah ke-6.

8. Setelah faktor penyesuaian musiman akhir diperoleh maka faktor musiman untuk 12 periode mendatang diramalkan dengan persamaan berikut :



9. Setelah komponen dasar dari deret waktu selesai diestimasi, maka dalam fase terakhir dari metode ini dilakukan pengujian deret data guna menentukan apakah dekomposisi tersebut sukses atau tidak. Uji yang dilakukan untuk menentukan keberhasilan dari pemisahan komponen musiman adalah uji bulan / periode yang berdekatan, AMTt , dengan persamaan sebagai berikut :



Penyesuaian komponen musiman dikatakan berhasil jika nilai AMTt berada disekitar 100 atau terdapat dalam batas kontrol 100 ± 5.





Artikel terkait :

Metode Peramalan Bisnis dan Upaya Memperoleh Akurasi yang Lebih Baik

Metode Pemulusan

Statistik Uji Yang Berguna Untuk Pemilihan Metode

Baca Selengkapnya

Metode Pemulusan Eksponensial

Oleh : Dicky Rahardiantoro


Metode pemulusan eksponensial tunggal dikembangkan dengan sebuah persamaan awal yaitu :



Bila nilai Xt-n tidak tersedia maka harus dilakukan penggantian dengan suatu pendekatan (aproksimasi). Salah satu pengganti yang mungkin adalah Ft, sehingga persamaan (2.1) menjadi :



Karena n merupakan bilangan positif maka nilai 1/n akan menjadi suatu konstanta yang nilainya berkisar antara 0 dan 1. Jika nilai 1/n diganti dengan alpha, maka persamaan (2.3) menjadi :


Metode pemulusan eksponensial tunggal tidak cukup baik diterapkan jika datanya bersifat tidak stasioner, karena persamaan yang digunakan dalam metode eksponensial tunggal tidak terdapat prosedur pemulusan pengaruh tren yang mengakibatkan data tidak stasioner menjadi tetap tidak stasioner, tetapi metode ini merupakan dasar bagi metode-metode pemulusan eksponensial lainnya (Makridakis, Wheelwright dan McGee,1992).

Menurut Assauri (1984), dasar pemikiran dari metode pemulusan eksponensial tunggal maupun ganda adalah bahwa nilai pemulusan akan terdapat pada waktu sebelum data sebenarnya apabila pada data tersebut terdapat komponen tren. Oleh karena itu untuk nilai-nilai pemulusan tunggal perlu ditambahkan nilai pemulusan ganda guna menyesuaikan tren. Metode yang sedemikian itu dikenal dengan nama metode Brown. Adapun formula yang dipergunakan adalah sebagai berikut :


Menurut Reitsch dan Hanke (1989), metode pemulusan eksponensial ganda lain yang dapat digunakan untuk menangani tren yang linier adalah metode 2 parameter dari Holt. Pada metode Holt nilai tren tidak dimuluskan dengan pemulusan ganda secara langsung, tetapi proses pemulusan tren dilakukan dengan menggunakan parameter yang berbeda dengan parameter yang digunakan pada pemulusan data asli. Pada metode Brown hanya terdapat satu parameter saja dan estimasi nilai tren masih sangat sensitif sekali terhadap fluktuasi random. Metode Holt memberikan banyak kefleksibelan dalam menseleksi komponen tren. Metode Holt secara matematis ditulis pada tiga persamaan berikut :


Pemulusan eksponensial ganda pada metode Brown dan metode Holt hanya bisa dipergunakan untuk data yang tidak mengandung faktor musiman. Jika data yang akan dianalisis merupakan data musiman maka diperlukan sebuah metode pemulusan yang dapat menangani faktor musiman secara langsung. Metode tersebut adalah metode Winters. Metode ini serupa dengan metode Holt dengan ditambah sebuah persamaan untuk mengatasi variasi musim sebagai berikut :

Menurut Makridakis, Wheelwright dan McGee (1992), jika indeks musiman yang dipergunakan untuk inisialisasi nilai-nilai awal komponen musiman tidak tersedia maka nilai-nilai tersebut dapat ditaksir atau didekati dengan nilai-nilai berikut :

Baca Selengkapnya

Implementasi Sistem Database Terdistribusi Pada MySQL

Oleh : Dicky Rahardiantoro

Secara definisi replikasi memiliki pengertian sebagai suatu proses mencopy atau mentransfer data dari suatu database ke database lain yang tersimpan pada komputer berbeda. Bila menilik artikel yang saya tulis sebelumnya tentang Pengenalan Arsitektur Database, replikasi dapat difahami sebagai proses pengkopian dan pengelolaan objek-objek dari database yang membentuk suatu sistem database terdistribusi (Distributed Database).

Pada umumnya MySQL dipergunakan secara massal sebagai Database yang cukup handal dalam menangani sistem database terpusat, seperti kebanyakan sistem database yang digunakan untuk web site, content management system, dan lain-lain. Bahkan hampir seluruh penyedia layanan hosting menyertakan dukungan produk MySQL untuk kelengkapan service-nya.

Penggunaan MySQL untuk mendukung proses replikasi database pada saat artikel ini ditulis masih sangat jarang ditemui. Implementasi sistem database terdistribusi kebanyakan masih berkiblat pada software-software dengan bandrol yang tinggi seperti Oracle, SQL Server, IBM DB2 dan lain sebagainya.

MySQL dalam hal ini tentunya tidak mau ketinggalan. Mulai versi 5.0 MySQL sudah mendukung sistem replikasi yang mana sebuah database server yang berfungsi sebagai master dapat tereplikasi datanya ke dalam satu atau lebih database server yang difungsikan sebagai slave.

Model replikasi pada MySQL adalah Asynchronous, sehingga server dengan type slave tidak selalu harus terkoneksi secara permanen untuk menerima berbagai update pada database server master. Replikasi dapat diberlakukan pada sebagian table atau pada keseluruhan database, tergantung pada kebutuhan kita.

Untuk melakukan proses replikasi dibutuhkan :
  1. dua atau lebih komputer yang berfungsi sebagai server, satu server berperan sebagai master dan yang lainnya sebagai slave
  2. adanya koneksi jaringan baik melalui LAN, WAN ataupun Wireless (setting IP Address tidak akan dibahas pada artikel ini, pembaca dianggap sudah mengerti)

Setting Pada Komputer Master

(1) Buka file my.ini

(2) Jika anda menggunakan paket Wampserver, maka tambahkan opsi berikut ini pada bagian bawah tag [wampmysqld]
server-id = 1
log-bin

(3) Setelah itu restrart MySQL

(4) Kemudian masuk ke MySQL console dengan perintah :
mysql -u root -p {password yang sesuai};

Keterangan : tidak ada spasi antara -p dengan password

(5) Jalankan perintah :
GRANT REPLICATION SLAVE ON *.* TO 'slave_user'@'%' IDENTIFIED BY 'some_password';
keterangan : ganti dengan password yang sesuai

(6) Jalankan perintah :
FLUSH PRIVILEGES;
USE mydatabase;
FLUSH TABLES WITH READ LOCK;
SHOW MASTER STATUS;

keterangan : ganti mydatabase sesuai dengan nama database yang akan direplikasi

(7) perintah di atas akan menghasilkan contoh keluaran sebagai berikut : (Lain komputer akan lain keluaran)

+---------------+----------+--------------+------------------+
| File | Position | Binlog_do_db | Binlog_ignore_db |
+---------------+----------+--------------+------------------+
| mysql-bin.009 | 130 | mydatabase | |
+---------------+----------+--------------+------------------+
1 row in set (0.00 sec)


(8) Kemudian jalankan perintah unlock sebagai berikut :
UNLOCK TABLES;

(9) Langkah terakhir adalah keluar dari console dengan perintah :
quit;




Setting Pada Komputer Slave (bisa lebih dari 1 server)

(1) Buat database yang sama dengan milik master, misal : mydatabase
mysql -u root -p
{password yang sesuai};
Create database mydatabase;
quit;

(2) Buka file my.ini

(3) Jika anda menggunakan paket Wampserver, maka tambahkan opsi berikut ini pada bagian bawah tag [wampmysqld]
server-id = 2
master-host=192.168.1.1
master-user=slave_user
master-password='some_password'

master-connect-retry=60
replicate-do-db=mydatabase

Misal :
komputer master memiliki IP 192.168.1.1

(3) Setelah itu restart MySQL

(4) Kemudian masuk lagi ke console dengan perintah :
mysql -u root -p
{password yang sesuai};
STOP SLAVE;

(5) Jalankan perintah :
CHANGE MASTER TO MASTER_HOST='192.168.1.1'
-> MASTER_USER='slave_user'
-> MASTER_PASSWORD=''
-> MASTER_LOG_FILE='mysql-bin.009'
-> MASTER_LOG_POS=130;

START SLAVE;

(6) Langkah terakhir adalah keluar dari console dengan perintah :
quit;


Jika perintah di atas dijalankan dengan benar, maka segala perubahan data yang terjadi pada database server master akan selalu diikuti oleh server lain yang berfungsi sebagai slave.


--- Selamat Mencoba ---



Perhatian : Seluruh artikel di DickyRahardi.Com bebas disajikan kepada publik, bilamana hendak mengkutip sebagian atau keseluruhan artikel wajib menyertakan sumbernya secara jelas yaitu : dickyrahardi.com, dickyrahardi.blogspot.com, dickyrahardi.wordpress.com, atau sesuai dengan link per artikel secara lengkap.
(c) 2008, dickyrahardi.com

Baca Selengkapnya

Ilmu sebelum segala sesuatu

Pengetahuan tidak hanya dicukupi dengan pemenuhan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, karena sesungguhnya terdapat ilmu yang utama, ilmu yang hukumnya wajib diketahui oleh kaum muslimin. Barangsiapa lalai untuk menimba ilmu ini padahal padanya terdapat kekuatan untuk menggapainya, maka dosa adalah hal yang layak diperolehnya.

Ilmu apakah itu? Ia adalah ilmu yang mulia, ilmu yang dapat menghindarkan manusia dari kesesatan dan ketertolakkan amal ibadah, yang mana Rasulullah telah menekankan pada sabdanya :

Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: “Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan. Lihat kitab Jami’ Bayan Al ‘Ilmi wa Fadllihi karya Ibnu ‘Abdil Bar, tahqiq Abi Al Asybal Az Zuhri, yang membahas panjang lebar tentang derajat hadits ini)

Lalu ilmu apakah yang diwajibkan tersebut?
Ia adalah"Ilmu Agama".






Situs ngaji Islam favorite saya http://almanhaj.or.id/

Visit the Widget Gallery

Baca Selengkapnya

Listen to my radio


Logo rodja

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.



Radio Dakwah Islamiyah
RADIO STREAMING at MP3 24 kbps

Station website http://radiorodja.com/
" SALURAN TILAWAH AL-QURAN DAN KAJIAN ILMIAH"




Logo Hang 10



Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.
















Logo Assunnah

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.



Radio Dakwah Islamiyah
RADIO STREAMING at MP3 32 kbps

Station website http://www.radioassunnah.com/
" RADIO EDUKASI DAN DAKWAH "


Baca Selengkapnya

Peringatan bagi perokok

Racun pada Rokok

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

  • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
  • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
  • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.


Efek Racun

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Batas Aman

Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK



Jenis Asap Rokok

Ada dua macam asap rokok yang mengganggu kesehatan.

  1. Asap utama (mainstream), adalah asap yang dihisap oleh si perokok
  2. Asap sampingan (sidestream), adalah asap yang merupakan pembakaran dari ujung rokok, kemudian menyebar ke udara. Asap sampingan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup. Dengan demikian pengisap asap sampingan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok.

Perokok Pasif. Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut mengisap asap sampingan (di samping asap utama yang dihembuskan balik oleh perokok).

Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok. Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US.

Upaya Hukum. Mungkinkah ada upaya hukum untuk menuntut perokok ?


Eksperimen Tentang Asap Rokok

Eksperimen ini diambil dari video.yahoo.com yang menjelaskan tentang kontaminasi nikotin dan zat berbahaya lainnya pada asap rokok.

(1) disediakan 2 tabung berisi air yang bagian bawahnya diberi lubang kecil berpenutup
(2) pada bagian atas tabung dipasang pipa selang kecil yang sehingga dapat menghubungkan kedua tabung tersebut dengan rokok yang hendak dinyalakan (persis seperti jalur pernafasan yang terhubung ke paru-paru)
(3) rokok dinyalakan dan dipasang pada pipa, kemudian lubang kecil pada bagian bawah tabung dibuka, asap rokok tersedot ke dalam tabung sesuai dengan gaya tekan ke bawah akibat keluarnya air dari dalam tabung
(4) beberapa saat setelah itu, pipa dilepas dan sebuah kain lap bersih ditutupkan pada lubang tabung bagian atas
(5) hasilnya, kain lap tersebut berwarna coklat kotor, ini adalah wujud dari nikotin dan zat tidak bermanfaat lainnya yang terkandung pada asap rokok. untuk lebih jelasnya saksikan video berikut ini :





Referensi :
[1] http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2008/04/14042008/77214&xref=/daftar_opini.php?vpid=161613
[2] http://www.komunikasi.org
[3] http://video.yahoo.com

Baca Selengkapnya

Prayer Times, Jakarta & Central Java








Personal Web Site


dickyrahardi.wordpress.com

Baca Selengkapnya



Oleh :
Dicky Rahardiantoro




LINUX adalah sebuah operating system yang merupakan program open source gratis di bawah lisensi GNU. Untuk memperoleh Linux dan mengistalnya pada PC kesayangan kita, kita tidak perlu repot-repot membeli Linux dengan harga bandrol yang mahal sebagaimana produk Microsoft, karena GNU telah menggratiskan program dan bahkan sampai source code-nya. Tidak hanya itu, anda bahkan diberi keleluasaan untuk mengkopi, menggandakan dan bahkan sampai mengubah-ubah source code-nya.

Di lingkungan kantor/bisnis, Linux juga dapat digunakan sebagai server dan dapat juga sebagai client, tergantung skala kebutuhannya. Dan sekali lagi, itu semua dapat diperoleh dengan bisaya sangat rendah dan bahkan bisa sampai gratis.

Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia)

Nah jika suatu saat nanti, terdapat distro Linux yang mampu melumpuhkan pasaran Microsoft Windows maka apakah Linux masih konsisten untuk tetap gratis....?
Hmmm...hal ini mungkin perlu kita fikirkan dengan matang dan renungkan

Coba sedikit kita tengok dunia persepakbolaan sebagai bahan perbandingan,
Diantara liga-liga besar yang ada di Eropa sana seperti : Liga Inggris dengan Premier League-nya, Liga Italia dengan Serie-A-nya, Liga Spanyol, Liga Belanda, Liga Jerman dan lain sebagainya; Liga inggris adalah liga eropa yang paling ramai dan paling banyak penggemarnya di seluruh dunia,
Ratusan juta orang yang tersebar di berbagai belahan dunia, sangat gandrung dengan liga inggris ini, bahkan liga inggris bisa melampaui liga Italy yang sempat berada di atas angin beberapa tahun silam.



Pamor liga inggris yang sedang melangit dan mengangkangi liga Italy dan Spanyol pada beberapa tahun silam, nampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh para pebisnis sepakbola dunia khususnya inggris, sehingga saat ini liga inggris tidak bisa ditonton secara gratisan lagi dilayar kaca.

Kita harus mengeluarkan uang Rp 50.000 sampai Rp 200.000 tiap bulannya untuk menikmati laga liga Inggris tersebut ke Astro. Menurut hitung-hitungan yang dilakukan oleh Tabloid BOLA, Astro diperkirakan menggelontorkan uang sebanyak US$50juta untuk mendapatkan hak siar selama tiga musim kompetisi. Kalau dirupiahkan dengan asumsi bahwa satu dollar adalah Rp.10.000,- maka Astro membayar Rp.500milyar untuk masa tiga musim itu.

Hal ini tentunya membuat shock kalangan publik pencinta sepak bola inggris. Di tengah harga BBM yang kian melonjak, harga beras yang tidak bersahabat, hilangnya minyak tanah dari bumi Indonesia, adanya konversi minyak tanah ke gas yang bernada licik dan mengancam masyarakat untuk membeli gas elpiji yang kian mahal, pendidikan yang semakin mahal dan semakin kapitalis.... eehhh tiba-tiba hiburan pelipur lara pun harus enyah dari layar kaca. Kasihan memang masyarakat kita ini....semuanya serba harus bayar dan bayar

Nah, bagaimana dengan LINUX...?!
Jika suatu saat distro Linux sudah semakin canggih dan mampu memukul kecanggihan Microsoft...
Jika suatu saat linux semakin user friendly dan gampang banget digunakan oleh para pemula...
Jika sudah banyak perusahaan software yang mengembangkan softwarenya kearah Linux....
Jika suatu saat penggemar linux sudah semakin mendunia dan akhirnya Microsoft jadi kalah pamor...

Apakah LINUX masih GRATIS....?
Jangan-jangan LINUX ikut-ikutan seperti Liga Inggris yang harga hak siarnya gak ketulungan mahalnya....

Menurut saya, ini semua adalah resiko yang harus ditanggung oleh negara konsumtif/konsumerisme tinggi seperti Indonesia. Negara kita lebih suka membeli barang siap pakai daripada memikirkan tentang cara memproduksinya.

Malaysia yang pada tahun 1970-an masih "belajar" dan mendatangkan banyak guru dari Indonesia. Kini negara tersebut sudah melesat meninggalkan "sang guru" yang justru masih asyik bermimpi tentang kejayaan masa silamnya. Dulu Malaysia banyak belajar dan berguru kepada Indonesia tentang Komputer, sekarang coba lihat di pasaran....betapa banyak merek VGA card, LAN card, dan lain sebagainya yang bertuliskan "Made in Malaysia". Bahkan Malaysia saat ini telah mampu memproduksi PDA dengan merek Dallab DX8i. Bagaimanakah dengan Indonesia...?

Ketika Indonesia masih berkutat pada upaya pemerataan pendidikan lewat pembangunan SD-SD Inpres, Malaysia sudah berbicara pada tataran peningkatan kualitas pendidikan. Ketika Indonesia masih disibukkan perdebatan soal "ganti menteri ganti kurikulum", Malaysia sudah menggagas apa yang mereka sebut pendemokrasian pendidikan. Lalu, ketika tokoh dan birokrat pendidikan di Indonesia sibuk berdebat tentang apa dan bagaimana sesungguhnya sistem pendidikan nasional-belakangan tentang wacana seputar pendanaan pendidikan minimal 20 persen dari APBN/APBD-Malaysia sudah bicara tentang bagaimana strategi mewujudkan suatu sistem pendidikan bertaraf internasional.

BOLEH jadi akan muncul pertanyaan menggelitik: Mengapa Malaysia yang pada era 1970-an masih "berguru" kepada Indonesia dalam hal pendidikan justru kini lebih maju, yang antara lain tampak pada peringkat indeks pembangunan manusia (human development index/HDI) Malaysia yang sudah melampaui Indonesia?

Hariankompas menyebutkan bahwa, Tilai Balla Udan, yaitu penolong Kanan Khal Ehwal (di Indonesia setingkat wakil kepala sekolah bidang kesiswaan) Murid SMK St Thomas, Kuching, Sarawak, dengan rendah hati mengatakan, hal itu mungkin karena perhatian pihak kerajaan pada dunia pendidikan di negerinya amat besar.

Jika saja para pemimpin negara Indonesia ini bersungguh-sungguh memperhatikan dunia pendidikan dan pembangunan manusia, maka seharusnya kita gak perlu khawatir dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. Entah itu berupa perubahan sosial, perubahan bisnis, politik dan lain-lain. Para peneliti dan orang pandai Indonesia mungkin gak perlu lagi jual-jual hasil penelitiannya ke luar negeri jika pemerintah Indonesia mau menghargai dan men-support kreativitas mereka.

Indonesia sudah teruji kelemahannya menghadapi badai besar krisis moneter dan malaysia bisa tampil dengan mengesankan. Nah akankah Indonesia mampu tampil mengesankan pada perubahan-perubahan akbar yang mungkin terjadi pada masa mendatang....?

Jawaban cueknya adalah "Yah kita lihat saja nanti...!"
Yang jelas Allah SWT telah berfirman bahwa "Allah tidak akan merubah nasib dari suatu kaum sampai mereka berusaha merubahnya sendiri"

Saya yakin, sesungguhnya banyak para programmer dan jago software di Indonesia yang mampu menciptakan software kelas dunia seperti produk-produk orang barat. Saya yakin SDM Indonesia mampu membuat operating sistem secanggih Linux atau bahkan Microsoft, tetapi sayangnya itu semua belum pernah dimulai dan mungkin belum terfikirkan untuk dikoordinir oleh pemerintah kita. Mungkin para pejabat negara sedang sibuk gonta-ganti kurikulum SD, konsep ujian negara, kepada siapa biaya pendidikan dibebankan, dan hal-hal klasik lainnya.

Bagi Anda para pemilik HATI dan OTAK CERDAS keluaran Bangsa Indonesia, saya mengajak Anda sekalian untuk BANGKIT dan BERGERAK.
Bangkit dan bergerak bukan untuk berdemonstrasi atau turun ke jalan atau melakukan tindakan anarkis, tapi bagaimana kita bangkit dan bergerak untuk menemukan SOLUSI dan mencari jalan keluar untuk bebas dari segala keterpurukan ini.

Baca Selengkapnya